Thursday, January 16, 2014

[Book Review] Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang

Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang
by Hisanori Kato
144 halaman
ISBN 9789797096755
Genre: Non fiction, Travel

Sinopsis: 
Seorang pengelana Jepang merasa heran orang Indonesia sering bilang "tidak apa-apa" untuk hal-hal yang baginya justru "apa-apa". Mengomentari teman yang tak menepati janji, orang Indonesia biasanya hanya bilang, "Ya, sudah, tidak apa-apa". Bus terlambat datang, "Tidak apa-apa...". Internet tak bisa nyambung-nyambung pun, "Tak apa-apa".

Lewat buku ini Hisanori Kato, si pengelana Jepang, berbagi pengalaman pribadi. Masih ada seribu satu "keanehan" lain ia temui saat dua kali tinggal sementara di Indonesia. Tanpa maksud menyinggung perasaan, ia tak habis pikir pada manusia Indonesia yang menurut kacamata Jepangnya kurang menghargai waktu serta menganut cara berpikir "bagaimana nanti", bukannya "nanti bagaimana".

Kato San kini sudah tinggal lagi di negeri asalnya. Namun, ia tetap tak bisa melupakan orang-orang yang pernah dikenalnya di Indonesia. Ia pun masih selalu rindu pada warung dekat rumah tumpangannya yang dulu kerap dikunjungi. Jakarta telah menjadi kampung halamannya yang kedua.

Review:
Dikira awalnya ini buku ringan, tentang orang Jepang yang terheran-heran dengan uniknya Indonesia. Tapi ternyata isinya lebih dalam. Tidak cuma kejadian sehari-hari tapi juga semacam politik dan agama-pun disentuh oleh si penulis. Indonesia dibahas menurut sudut pandang Mr. Kato secara apa adanya. Jelek ya jelek, bagus ya bagus. Dia mengakui hidup di Indonesia tidak mudah, tidak teratur dan agak sedikit bikin frustasi. Tapi entah kenapa dia selalu kangen Indonesia dan mengangap negeri ini sebagai kampung halaman keduanya setelah Jepang.

Alur ceritanya tidak ditulis secara teratur, hampir terkesan seperti orang yang sedang bercerita kepada teman. Kisah yang menyenangkan untuk dibaca dan tulisan yang pantas untuk direnungi sebagai orang Indonesia.

Goodreads.com rating: 3.7/5
My rating: 7/10


[Book Review] Fablehaven: The Secret Sanctuary (Fablehaven #1)

Fablehaven: The Secret Sanctuary (Fablehaven #1)
Fablehaven: Suaka Rahasia (Buku Satu)
By Brandon Mull
452 halaman
ISBN 9789794335918
Genre: Fantasy, Adventure








Sinopsis:
Kendra dan Seth terpaksa tinggal bersama kakek mereka selama beberapa minggu. Awalnya mereka membayangkan hari-hari yang membosankan. Tapi tak dinyana, justru di situlah petualangan seru dimulai. Ternyata kakek Kendra adalah penjaga terakhir Fablehaven, suaka rahasia makhluk-makhluk magis di dunia manusia. Itulah sebabnya mereka dilarang keras masuk ke dalam hutan di dekat rumah sang kakek

Namun keseimbangan terganggu. Bahumat, iblis raksaksa berkepala naga yang terpenjara di dalam Fablehaven mulai berusaha untuk bangkit ke dunia. Kendra dan Seth pun mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan Fablehaven. Mulai saat itu, kehidupan kakak-beradik itu pun berubah selamanya

Review:
Finally done! Butuh waktu lama juga untuk baca buku ini. Bukan karena tebalnya, tapi mungkin karena ceritanya agak kurang menarik. I am a fan of fantasy books dan biasanya langsung terikat dengan cerita setelah membaca beberapa halaman awal, tapi tidak dengan buku yang satu ini. Ide ceritanya sih sebenarnya bagus dan menarik. But maybe I enjoy the idea of the story better than the story itself. Yap, mungkin seperti itulah.

Karakter-karakter yang ada di dalam ceritanya terasa nyata dan digambarkan dengan baik. Begitu juga dengan penggambaran makhluk-makhluk magisnya. Para kaum peri tidak diimajinasikan se-girlish yang orang kira pada umumnya. Tapi rasanya sulit untuk menyukai para karakter utamanya. They are unlikable. Si anak kecil terlalu ceroboh dan si kakak perempuan terlalu bossy. Hampir sebagian masalah yang muncul adalah karena ulah mereka sendiri.

Ide ceritanya menarik dan mengundang pertanyaan “lalu yang terjadi selanjutnya apa?”. Beberapa bagian cerita cukup menegangkan dan memikat, tiap adegan ditulis dengan detail dan imaginable, tapi sebagian besar alurnya lambat dan membingungkan. Beberapa tokoh bermunculan ditengah cerita tapi tidak terlalu berperan penting dalam alur dan terkesan sebagai filler.

Endingnya agak sedikit kurang memuaskan (mungkin karena ini baru buku pertama dari 5 seri Fablehaven). Apakah akan lanjut membaca ke buku kedua? Well, mungkin tidak dalam waktu dekat.

=D 

Goodreads.com rating: 4.03/5
My rating: 6/10